Selasa, 12 Maret 2013


ISOMERISASI
Isomerisasi adalah salahsatu usaha dalam menaikan angka oktan produk minyak bumi, selain kepentingan-kepentingan lain. Sebagai contoh yang paling umum dalam isomerisasi adalah konversi normal butana menjasi isobutana yang dapat dialkilasi mejadi hidrokarbon cair pada titik didih gasolin serta konversi parafin menjadi isoparafin.

Isomerisasi parafin dan naften merupakan reaksi reversibel orde satu yang dibatasi oleh kesetimbangan termodinamika. Reaksi ini pada umumnya merupakan reaksi eksotermis dan tidak dapat terjadi reaksi secara nyata tanpa adanya bantuan katalis. Prinsip dasar dari proses ini adalah adanya kontak hidrokarbon dengan katalis di bawah tekanan sehingga menghasilkan reaksi yang berada pada kesetimbangan. Katalis yang bisa digunakan antara lain adalah alunimium klorida yang dipromosi dengan asam klorida, serta katalis padatan mengandung platinum.
Contoh : Skema proses Isomerisasi butana
  
Pada umumnya, untuk kepentingan komersial isomerisasi dilangsungkan untuk memperoleh parafin dengan C5 dan C6. Sebelum mengalami isomerisasi, umpan harus terlebih dahulu dipastikan tidak mengandung sulfur dengan proses desulfurisasi katalitik dan distilasi kering.

POLIMERISASI
Polimeriasi adalah reaksi kombinasi material tak jenuh menghasilkan produk dengan berat molekul lebih tinggi daripada sebelumnya. Dengan mekanisme ini suatu etilena atau propilena dapat membentuk hidrokarbon dalam range gasolin. Secara umum, proses polimerisasi dapat dibedakan menjadi; polimerisasi termal dan polimerisasi katalitik. Katalis yang banyak digunakan dalam proses ini antara lain adalah asam sulfat (H2SO4) dan asam pospat (H3PO4)
Polimerisasi Termal
Polimerisasi termal adalah polimerisasi yang dilakukan pada tekanan tinggi tanpa adanya katalisator. Tekanan yang digunakan untuk proses ini berada pada range 600 hingga 3000 psig, dan temperaturnya antara 510 sampai 590oC. Secara ekonomis, proses polimerisasi termal ini mahal dan memerlukan instalasi dan operasi yang lebih rumit dibandingkan polimerisasi katalitik.
Polimerisasi Katalitik
Polimerisasi katalitik berlangsung dengan mekanisme adanya pembentukan ester asam dari reaksi olefin dengan katalis asam. Dua molekul ester kemudian terdekomposisi sehngga akan terjadi regenerasi katalis asam, sedangkan residu hidrokarbon dapat bergabung membentuk molekul yang lebih besar/polimer. Sebagai contoh polimerisasi isobutena dengan katalis asam pospat yang berlangsung dengan mekanisme berikut:

  • Polimerisasi Katalitik menggunakan asam sulfat

Polimerisasi Katalitik menggunakan asam sulfat meliputi polimerisasi tipe asam dingin dan polimerisasi tipe asam panas. Pada mekanisme asam dingin, kontak material dengan katalis dilangsungkan menggunakan aliran arus balik (countercurrent flow). Pada stage kedua, asam yang telah teregenerasi akan mengalami kontak dengan hidrokarbon dari stage pertama. Asam, dengan isobutena yang terabsorbsi oleh cairan katalis asam dipanaskan untuk pembentukan polimer untuk selanjutnya didinginkan. Apabila fase polimer yang telah terbentuk telah dipisahkan, katalis asam selanjutnya dapat dipakai kembali untuk kontak dengan umpan yang mengalir selanjutnya. Tahap absorbsi dilangsungkan pada temperatur antara 20 sampai 40oC dan tekanan yang cukup sehingga umpan masih tetap berada dalam fasa cair. Apabila digunakan 65% asam, kira-kira 90 sampai 95% isobutena dapat terabsorbsi. Polimerisasi berlangsung pada temperatur sekitar 90 sampai 105oC dan menghasilkan sekitar 75 sampai 80% dimer, disamping trimer.
Pada polimerisasi menggunakan tipe asam panas, hidrokarbon dikontakkan dengan asam pada temperatur 75 sampai 100oC. Pada range temperatur tersebut baik n butena dan isobutena akan terabsorbsi. Dengan waktu kontak antara 10 sampai 15 menit sekitar 85 sampai 90% C4 olefin dapat terkonversi mementuk polimer yang mengandung 90 hingga 95% oktana.

  • Polimerisasi Katalitik menggunakan asam pospat

Temperatur inlet umpan adalah sekitar 200oC. Sejumlah menara katalis digunakan secara berseri sehingga katalis dapat diregenerasi pada suatu menara sementara yang lainnya melangsungkan proses. Regenerasi dilangsungkan dengan melakukan oksidasi kokas dan deposit polimer. Umpan yang digunakan sangat bervariasi. Untuk mebngantisipasi adanya C3-C4 terpolimerkan,reaktor dilengkapi dengan depropanizer dan debutanizer.


Source : cheamistry.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar