Kamis, 09 Mei 2013


Ester adalah senyawa yang luas tersebar di alam. Ester dalam bentuk yang sederhana cenderung menghasilkan bau wangi (seperti buah-buahan). Dalam beberapa kasus, karakterisasi rasa dan bau (wewangian) dari bunga dan buah terdapat senyawa dengan gugus fungsional ester. Kualitas organoleptis (bau dan aroma) dari buah dan bunga jarang ditemukan dalam single ester, tetapi dalam campuran kompleks dimana single ester lebih dominan. Ester sering digunakan sebagai aditif untuk meningkatkan bau dan rasa baik pada minuman maupun makanan. Misalnya rasa/bau yang tidak terjadi secara alami adalah juicy fruit yaitu iso pentenil asetat. Instan agar-agar (pudding) dengan bau rum yang tercium seperti alkoholis. Sebenarnya bau tersebut diduplikatkan oleh penambahan campuran, dengan komponen lain, diantaranya adalah etil fomat dan isobutyl proionate. Bau dan rasa alami secara nyata tidak dapat diduplikatkan, karena pasti berbeda. 
Sifat-sifat ester adalah:
Ester suku rendah (dengan jumlah atom C sedikit) merupakan senyawa yang mudah menguap dan memberikan bau yang sedap (harum), semakin banyak atom karbonnya, semakin tinggi titik didihnya ester suku tinggi sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam ester/CS2. Beberapa ester yang penting dan kegunaannya adalah: ester sebagai zat cita rasa (zat pemberi aroma).
Beberapa ester dari asam karboksilat suku rendah umumnya diberi aroma sedap (harum). Oleh karena itu, umumnya ester digunakan sebagai zat tambahan (aditif) pada makanan/minuman yang akan memberi aroma tertentu pada makanan. Ester-ester tersebut umumnya akan memberi aroma buah, misalnya: etil butirat memberi aroma nanas, oktil asetat aroma jeruk amil asetat aroma pisang, amil valerat aroma apel. dibawah ini merupakan contoh laporan praktikum isoamil asetat.

0 komentar:

Posting Komentar