Sabtu, 18 Mei 2013


Definisi  pasta gigi menurut ADA ( American Dental Association ) adalah pasta, gel, atau serbuk yang membantu menghilangkan plak. Plak merupakan bakteri yang terbentuk pada gigi dan gusi. Pasta gigi berfungsi untuk meningkatkan kemampuan sikat gigi untuk menyikat  dan membersihkan secara mekanis, menghilangkan plak, memperkuat gigi terhadap karies, membersihkan dan memoles permukaan gigi, memghilangkan atau mengurangi bau mulut, memberikan rasa segar pada mulut serta memelihara gigi. [3]

Pengelompokan pasta gigi berdasarkan fungsinya :
  •       Fungsi kosmetik  yaitu untuk menyingkirkan materi alba, plak, sisa-sisa makanan dan stein pada permukaan gigi serta menyegarkan nafas.
  •       Fungsi kosmetik terapautik  yaitu untuk menghilangkan kalkulus dan gingiva.
  •      Fungsi terapautik  yaitu untuk mengurangi pembentukan plak, kalkulus, gingivitis dan sensitivitas gigi.
Komponen yang terkandung dalam pasta gigi terdiri lebih dari satu bahan aktif untuk memperoleh beberapa keuntungan. Umumnya pasta gigi yang beredar di pasaran saat ini adalah kombinasi dari bahan abrasif, bahan pelembab, bahan perekat, surfaktan, air, bahan penambah rasa, bahan terapautik, bahan pemutih, dan bahan pengawet.
a.      Bahan Abrasif ( 20 – 50 % )
Bahan ini berbentuk bubuk pembersih yang dapat memoles dan menghilangkan stain dan plak. Bentuk dan jumlah bahan abrasif dalam pasta gigi membantu untuk menambah kekentalan pasta gigi. Contohnya adalah silica atau silica hydrat, sodium bikarbonat, aluminium oxide, dikalsium fosfat dan kalsium karbonat.
b.      Bahan Pelembab ( 20 – 35 % )
Bahan pelembab merupakan bahan penyerap air dari udara dan menjaga kelembaban dari pasta gigi. Contohnya adalah gliserin, alpha hydroxy acids ( AHA ) dan asam laktat.
c.       Bahan Perekat ( 1 – 2 % )
Bahan perekat merupakan bahan yang dapat mengontrol kekentalan  dan memberi bentuk krim dengan cara mencegah terjadinya pemisahan bahan solid dan liquid pada pasta gigi. Contohnya adalah gliserol, sorbitol dan PEG ( polyethylene glycol ).
d.      Surfaktan
Surfaktan yang digunakan adalah SLS ( Sodium Lauryl Sulfat ) yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan, mengemulsi ( melarutkan lemak ) dan memberikan busa sehingga pembuangan plak dan sisa makanan menjadi lebih mudah. Selain itu surfaktan juga berfungsi sebagai antibakteri.
e.      Bahan Penambah Rasa
Dalam pembuatan pasta gigi digunakan bahan penambah rasa, contohnya adalah rasa mint, stroberi, permen karet dan lain-lain. Bahan pemanis buatan yang ditambahkan sesuai rekomendasi ADA contohnya adalah sakarin, gliserin dan sorbitol.
f.        Bahan Terapeutik seperti :
1.        Fluoride
Fluoride berfungsi memperkuat enamel dengan cara membuatnya resisten terhadap asam dan menghambat bakteri untuk memproduksi asam. Macam  –macam fluoride :
a.        Stannous fluoride
b.        Sodium fluoride
c.         Sodium monofluorafosfat
2.        Bahan desensitisasi
Contohnya bahan desensitisasi yaitu Potassium nitrat, Stronsium chloride
3.        Bahan anti-tartar
Bahan ini akan mengurangi kalsium dan magnesium dalam saliva sehingga keduanya tidak dapat berdeposit pada permukaan gigi. Contohnya adalah tetrasodium pyrophospate.
4.        Bahan anti-mikroba
Bahan ini berfungsi untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. Contohnya adalah trikolsan ( bakterisidal ), zinc citrate atau zinc phospate (bakteriostatik ), yang bersifat herbal adalah ekstrak daun sirih dan siwak.
5.        Bahan Pemutih ( 0,05 – 0,5 % )
Contoh dari bahan pemutih adalah sodium carbonatae, hidrogen peroksida, citroxane, dan sodium hexametaphosphate.
6.        Bahan Pengawet ( 0,05 – 0,5 % )
Bahan pengawet berfungsi mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam pasta gigi. Contohnya adalah sodium benzoate, methylparaben dan ethylparaben.


0 komentar:

Posting Komentar