Sabtu, 29 April 2017

BIOGAS

Akhir-akhir ini krisis energi merupakan persoalan yang krusial di dunia, laju pertambahan penduduk menyebabkan ketidakseimbangan antara laju produksi dan kebutuhan sehingga harga energi pun semakin tinggi, peningkatan harga minyak bumi di dunia hingga mencapai 100U$ per barel. Hal tersebut tentunya juga menguras cadangan energi dunia yang semakin lama semakin berkurang. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak pemerintah telah mengatur dalam Peraturan Presiden RI No. 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai bahan bakar minyak.

Oleh sebab itu sewajarnya jika kita sebagai mahasiswa Teknik Kimia mencari bahan bakar alternatif.  Salah satunya adalah biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari aktivitas aerobik atau fermentasi dari bahan bahan organik. Salah satunya adalah kotoran manusia dan hewan.
Proses pembuatan biogas terdiri dari beberapa tahap :
1.        Pemecahan Polimer (Hidrolisis)
Tahap hidrolisis adalah terjadinya pelarutan bahan organik yang mudah larut dan pencernaan bahan organik komplek menjadi bahan organik sederhana. Komponen bahan organik sederhana yang larut dalam air (monomer) digunakan oleh bakteri pembentuk asam. Digesti pada fase ini mengubah protein menjadi asama amino, karbohidrat menjadi gula sederhana, dan lemak menjadi asam lemak rantai panjang. Laju hidrolisis tergantung pada substrat yang tersedia dan konsentrasi bakteri serta faktor lingkunga (suhu dan pH). Pada tahap ini,  menghasilkan karbohidrat, asam amino, dan asam lemak.
2.        Pembentukan Asam (Asidogenesis)
Pada tahap pembentukan asam komponen monomer yang terbentuk pada tahap hidrolisis akan menjadi bahan makanan bagi bakteri pembentuk asam. Produk akhir dari monomer pada tahap ini akan dihasilkan asam asetat, propionat, format, laktat, alkohol, dan sedikit butirat, gas karbondioksida, hidrogen, dan amonia.
3.        Pembentukan Asetat (Asetagenesis)
Pada tahap ini dilakukan proses penguraian prodek acidogenesis, menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, dan asetat.
4.        Pembentukan Metan ( Metanogenesis)
Bakteri pembentukan asam (Acidogenic Bacteria) yang merombak senyawa organik menjadi senyawa yang merupakan sebuah proses produksi gas bio dari material organik dengan bantuan bakteri. Proses degradasi material organik ini tanpa melibakan oksigen disebut anaerobik digestion gas yang dihasilkan sebagian besar adalah metana. Material organik yang terkumpul pada reaktor akan diuraikan menjadi dua tahap dengan bantuan dua jenis bakteri yang dimanfaatkan untuk pembuatan biogas. Ini adalah tahapan terakhir, yakni dilakukan penguraian sintesis prodek tahap sebelumnya untuk menghasilkan metana (CH4). Hasil lain dari proses ini berupa karbon dioksida, air, dan sejumlah kecil senyawa gas lainnya.
Komposisi Biogas :
Komponen
%
Metana (CH4)
55-75
Karbon dioksida (CO2)
25-45
Nitrogen (N2)
0-0.3
Hidrogen sulfida (H2S)
0-3
Oksige (O2)
0.1-0,5
Hidrogen (H2)
1-5

Kandungan Energi :
Nilai kalori dari satu meter kubik biogas sekitar 6000 watt jam yang setara dengan setengah liter minyah diesel. Oleh kareena itu biogas sangat coco digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti minyak tanah, LPG, batu bara.
Manfaat Biogas :
Manfaat biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya ,imyak tanag dan LPG yang dipergunakan untuk memasak, sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin,solar), dan dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Selain itu, proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman.  Karbon yang dihasilkan dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer dan fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon di amosfer, jaddi dapat mencegah terjadinya pemanasan global dan efek rumah kaca.


Jadi, untuk mencegah terjadinya kelangkaan minyak bumi dan gas alam, kita diharapkan untuk menggunakan bahan bakar alternatif, salah satunya adalah biogas, sehingga dapat menghemat penggunaan minyak bumi dan cadangan gas alam. Penggunaan biogas juga dapat mencegah terjadinya pemanasan global dan efek rumah rumah kaca. Selain itu limbah dari proses biogas dapat dijadikan sebagai pupuk organik.
Semoga artikel ini dapat dapar bermanfaat J
#YesWeCan


0 komentar:

Posting Komentar