Kamis, 01 Juni 2017




PANEL SURYA  

Panel surya atau yang sering disebut  fotovoltaik adalah alat yang mampu mengkonversi langsung cahaya matahari menjaddi listrik. Selain menghasilkan listrik, enerhi matahari juga dapat dimanfaatkan energi panasnya melalui sistem solar thermal. Panel surya memiliki dua terminal atau sambungan, dimana saat kondisi gelap atau tidak cukup cahaya berfungsi sebagai iodid, dan saat kondisi disinari cahaya matahari dapat menghasilkan tegangan.
            Ketika disinari oleh cahaya, umumnya satu panel surya komersial menghasilkan tegangan dc sebesar 0,5-1,0 volt, dan arus short-circuit dalam skala miliampere per cm2. Besar tegangan dan arus listrik satu panel surya tidak cukup untuk berbagai aplikasi, sehingga umumnya sejumlah panel surya disusun secara seri maupun pararel membentuk modul surya. Satu modul surya biasanya terdiri dari 27-35 panel surya, dengan total menghasilkan tegangan dc sebesar 12V dalam kondisi penyinaran standar.  


Bagian-bagian panel surya :
1.        Substrat atau metal backing
Substrat adalah material yang digunakan untuk menopang seluruh komponen panel surya. Substrat juga harus mempunyai konduktivitas listrik yang baik karena juga berfungsi sebagai kontak termal positif panel surya, shingga substrat biasanya menggunakan material metal atau logam seperti alumunium atau molybdenum. Substrat juga berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya.
2.        Material semikonduktor
Material semikonduktor merupakan bagian inti dari paneel surya yang berfungsi menyerap cahaya matahari. Material semikonduktor yang digunakan dalam panel surya lapisan tipis umumnya material Cu(In,Ga) (S,Se)2 (CIGS), CdTe (kadmium telluride), dan amorphous silikon.
3.        Kontak metal / contact grid
Sebagian material semikonduktor biasanya dilapiskan material metal atau material konduktif transparan sebagai kontak negatif. Sedangkan substrat sebagai kontak positif.
4.        Lapisan antireflektif
Lapisan antireflektif yang merupakan lapisan panel surya berfungsi untuk mengoptimalkan cahaya yang terserap oleh semikonduktor dengan meminimalisisr refleksi cahaya. Lapisam antireflektif memiliki besar indeks refraktif optik antara semikonduktor dan udara menyebabkan cahaya dibelokan kearah semikonduktor, sehingga meminimalisisr cahaya dipantulkan kembali.
5.        Enkapsulasi / cover glass
Enkapsulasi berfungsi untuk melindungi modul surya dari hujan maupun kotoran.


Cara Kerja Panel Surya

            Panel surya konvensional bekerja menggunakan prinsip p-n junction, yaitu junction antara semikonduktor tipe-p dan tipe-n. Semikonduktor ini terdiri dari ikatan-ikatan atom dimana terdapat elektorn sebagai penyusun dasar. Semikonduktor tipe-n mempunyai kelebihan elektron (muatan negatif), sedangkan semikonduktor tipe-p mempunyai kelebihan hole (muatan positif) dalam struktur atomnya. Kondisi kelebhan elektron dan hole bisa terjadi dengan mendoping material dengan atom dopant. Contohnya untuk mendapatkan material silikon tipe-p, silikon didoping oleh atom boron, sedangkan untuk mendapatkan material silikon tipe-n, silikon didoping oleh atom fosfor.
P-junction berperan untuk membentuk medan listrik sehingga elektron dan hole bisa diekstrak oleh material kontak untuk menghasilkan listrik. Akibat dari aliran elektron dan hole maka akan terbentuk medan listrik dimana ketika cahaya matahari mengenai susunan p-junction maka akan mendorong elektron bergerak dari semikonduktor menuju kontak negatif, selanjutnya dimanfaatkan sebagai listrik, fan hole bergerak menuju kontak positif menunggu elektron.

Semoga artikel ini dapat dapar bermanfaat J
#YesWeCan

0 komentar:

Posting Komentar