Kamis, 19 April 2018




Pengawetan makanan

sudah menjadi bagian penting dalam industri pengolahan makanan. Salah satunya karena masyarakat menginginkan teknologi yang mampu mempermudah keseharian baik dari segi keawetan, kemudahan, rasa, maupun jenis makanan yang hanya tersedia saat waktu tertentu. Pengawetan makanan yang kurang baik, mengakibatkan antara lain :
1. penyebaran patogen (penyakit akibat mikroorganisme), seperti bakteri dan jamur
2. oksidasi, yang mana mengakibatan kerusakan senyawa biokimia esensial dan kerusakan sel hewan dan tumbuhan.
Dengan adanya berbagai macam metode pengawetan makanan, diharapkan dapat mengurangi atau mencegah kedua kerusakan tadi terjadi pada makanan.
Salah satu penerapan Pengawetan yaitu dalam pengolahan produk susu. Ada berbagai macam hasi. pengawetan susu antara lain:

1. Condensed milk
Yaitu susu sapi yang telah dihilangkan kadar airnya. Umumnya dijumpai dalam bentuk susu  kental manis, dengan menambahan gula. Dapat bertahan hingga bertahun-tahun dalam kaleng tanpa lemari pendingin dengan keadaan kaleng belum terbuka.

2. Powdered Milk
Jenis susu yang Pengolahannya dengan metode penghilangan kadar air guna mendapatkan
bubuk susu. Umumnya memiliki daya simpan lebih lama daripada jenis susu cair lainnya,
biasanya ditambahkan berbagai macam nutrisi guna menggantikan kadar nutrisi yang hilang saat proses evaporasi.

3. UHT Milk
Hasil dari olahan proses pengawetan susu dengan metode penggunaan panas (diatas 135 °C , (275 °F) ) dengan waktu yang singkat (1-2 sekon) guna membunuh spora yang tumbuh dalam susu.

4. Sterilized Milk
Keluaran dari pengawetan jenis susu dengan memanaskannya pada suhu 300°F dalam beberapa detik, yang berguna untuk memusnahkan kuman. Diharapkan jenis sterilized milk ini dapat disimpan dalam waktu yang lama pada suhu ruang.

5. Pasteurized Milk
Susu pasteurisasi diolah bukan dengan tujuan mematikan seluruh mikroorganisme yang terkandung pada susu, tapi lebih kearah membunuh beberapa bakteri dan membuat beberapa enzim non-aktif.


Ada salah satu tokoh dunia yang sukses atau berhasil dalam melakukan percobaan mengawetkan makanan yaitu,

Nicolas appert

Appert adalah seorang tukang permen (gula-gula) dan chef di Paris sejak 1795 hingga 1795. Memulai percobaanya dalam mengawetkan makanan dan berhasil dengan sup, sayuran, jus, olahan susu, jelly, selai, dan sirup. Appret menempatkan makanan pada wadah kaca yang dimampatkannya dengan sumbat gabus, dilapis lilin dan ditempatkan pada air mendidih. La Maison Appert ( Rumah appert) di kota massy, dekat paris, menjadi pabrik pengemasan/pembotolan pertama di dunia, beberapa tahun sebelum Louis Pateur membuktikan panas dapat membunuh bakteri.

0 komentar:

Posting Komentar