Jumat, 12 Oktober 2018




Tim KKN Alternatif II A Universitas Negeri Semarang yang ditempatkan di Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang berhasil menerbitkan buku yang berjudul “Gebugan dan Takdir sebuah Perjalanan”. Tim KKN ini diketuai oleh Ragil Budiarto (Teknik Kimia angkatan 2015). Buku ini diterbitkan pada tahun 2018 yang mengisahkan tentang pengabdian Tim KKN UNNES selama 45 hari di Desa Gebugan serta mencatat sejarah Desa Gebugan itu sendiri. Buku ini bermula dari Tim KKN UNNES yang meminta izin untuk mencatat, merawat, serta mengabdikan sejarah Desa Gebugan. Berbagai narasumber telah diwawancarai, mulai dari perangkat desa, ulama, hingga sesepuh yang ada di Desa Gebugan. Perangkat desa dan segenap masyarakat memberi respon positif serta mendukung adanya penerbitan buku tersebut.

Ragil Budiarto selaku ketua Tim KKN, mengatakan bahwa pembukuan tentang sejarah ini merupakan program kerja utama mereka selama KKN di Gebugan. "Mencatat sejarah bukanlah hal yang mudah, namun jika kita telah menemukan sejarah, maka itu luar biasa. Karena harta paling berharga di desa ini adalah sejarahnya" imbuhnya. Ia menambahkan bahwa program kerja tersebut merupakan salah satu manifestasi mereka sebagai mahasiswa Unnes yang menjunjung tinggi nilai konservasi. Sementara itu, Kepala Gebugan, Digdo Cahyono menyambut baik inisiasi dari Tim KKN UNNES untuk mencatat sejarah tentang desanya.

Rektor Unnes, Fathur Rokhman, menyebutkan usaha tersebut menjadi teladan bagi mahasiswa Unnes  dan mahasiswa di Indonesia pada umumnya. Selama ini masih banyak pihak yang menganggap bahwa kegiatan KKN adalah kegiatan formalitas. Dengan ditulisnya buku sejarah Desa Gebugan, mahasiswa KKN Unnes telah menunjukkan bahwa kegiatan KKN dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan bagi kepentingan warga desa.

Tim KKN ini berharap buku yang telah dibuat selama KKN dapat bermanfaat bagi siapapun, khususnya bagi warga Gebugan. Buku tersebut nantinya juga akan dilaporkan ke kampus sebagai salah satu output mereka selama KKN. Dengan adanya karya ini, generasi muda dapat mengapresiasi pentingnya mengenal sejarah dan pengabdian mahasiswa yang mebawa manfaat dan dampak positif bagi masyarakat sebagai wujud pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 


0 komentar:

Posting Komentar